Bawang merah merupakan kebutuhan harian yang harus tersedia setiap rumah, paling sedikit per orang mengkonsumsi 100 grm perharinya. Sedangkan kebutuhan provinsi di DKI dengan penduduk 11.634.100 jiwa paling sedikit 5 ton per harinya.
Melihat potensi yang besar untuk itu perusahaan kami mencoba membuat terobosan dengan cara memotong jalur distribusi. Salah satu penyebab utama tinggi dan tidak stabilnya harga bawang merah di pasaran. Perusahaan kami telah membuat kesepakatan dengan para petani di daerah Nganjuk, Kediri (Jawa timur) dan Bima (NTB) pemasuk utama bawang merah di indonesia yang berkualitas tinggi.
Perhitungan bisnis terbaru, awal bulan mei 2025 kelompok tani kami di
Desa Lambu Kec. Lambu Kab, Bima NTB panen.
Total modal awal Rp. 433.000.000 untuk 16 ton (Harga di petani Rp. 400.000.000 per 16 ton + Biaya tenaga kerja & Karung Rp. 15.000.000 + Biaya transportasi Rp. 18.000.0000)
Harga di pasar induk keramat jati Rp. 43.000 per kg
Harga Perusahaan kami suplai ke reseller & agen yang telah berkerjasama Rp. 39.000 per kg
Total hasil Penjualan selama 1 minggu Rp. 613.700.000 (sisa 100 kg)
Keuntungan bersih Rp. 180.000.000 per minggu (setelah di kurangi biaya tenaga kerja & penyusutan 200 kg)